IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR
Agama Islam
Iman Kepada Qadha dan Qadar Allah
Daftar Isi :
A. Pengertian Iman
B. Pengertian Qadha
C. Pengertian Qada
Macam -macam takdir
Pengertian Beriman kepada Qadha & Qadar
E. Ciri-Ciri Beriman kepada Qadha & Qadar
F. Hubungan Antara Qadha & Qadar
G. Contoh Qadha & Qadar
H. Dalil Naqli tentang Iman kepada Qadha & Qadar
Iman Kepada Qada dan Qadar
A. Pengertian Iman
Iman adalah meyakini dengan sepenuh hati.
B. Pengertian Qadha
Qadha secara bahasa (etimologi) artinya memutuskan atau menetapkan. Adapun secara istilah (terminologi)qadha adalah ketetapan Allah kepada setiap makhluk-Nya yang sifatnya azali.
C. Pengertian Qadar
Qadar dari segi bahasa berasal dari kata qadara yang artinya memutuskan suatu perkara (hal). Adapun secara istilah qadar adalah keputusan Allah yang terjadi pada diri seseorang berdasarkan ketetapan dan usaha serta doa yang dilakukan orang tersebut.
1. . Macam-Macam Takdir
a. Taqdir muallaq
yaitu takdir yang masih digantungkan pada usaha dan ikhtiar manusia. Misalnya seseorang ingin kaya, pintar, dll berarti orang ini harus melalui proses usaha untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.
Allah SWT berfirman:

b. Taqdir Mubrom
yaitu takdir yang sudah tidak bisa dirubah oleh manusia walaupun ada ikhtiar dan tawakal. Misalnya adalah kematian manusia.
Allah SWT berfirman:

D. Pengertian Beriman kepada Qadha & Qadar
Beriman kepada qadha dan qadar Allah adalah meyakini bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu bagi seseorang, tetapi Allah berkuasa mengubah ketetapan-Nya apabila orang tersebut berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa dengan khusyuk.
E. Ciri-Ciri Beriman kepada Qadha & Qadar
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar Allah Swt. memiliki ciri-ciri yang tercermin dalam perilaku kehidupan sehari-harinya. Adapun ciri-ciri orang yang beriman kepada qadha dan qadar Allah, yaitu diantaranya:
- · Selalu optimis dalam menghadapi berbagai cobaan hidup dan tidak mudah putus asa jika mengalami kegagalan, karena ia sadar bahwa manusia hanya diberi kewajiban untuk berusaha, akan tetapi Allah yang menentukan hasilnya. Namun, kegagalan tidak membuatnya diam sehingga tidak berusaha lagi, tetapi terus berusaha secara maksimal.
- · Tidak sombong ketika memperoleh keberhasilan atau kebahagian, karena keberhasilan tersebut merupakan atas kehendak Allah melalui jalan usaha atau ikhtiarnya.
- · Selalu mensyukuri karunia Allah atas nikmat Allah yang telah diterimanya.
- · Selalu sabar dan tawakal terhadap berbagai keadaan yang menimpa dirinya karena ia sadar bahwa dirinya tidak akan memiliki kekuatan tanpa pertolongan dari Allah Swt.
- · Senantiasa berdoa memohon petunjuk dan pertolongan-Nya.
- · Hidupnya merasa tenang dan tentram karena ia yakin bahwa setiap peristiwa yang dialaminya merupakan ketentuan Allah Swt.
- · Senantiasa berpikir maju dan dinamis dalam mempersiapkan kehidupan, baik di dunia atau di akhirat.
- · Iman dan takwanya kepada Allah Swt. semakin kuat.
F. Hubungan Antara Qadha & Qadar
Qadha dan qadar memiliki hubungan yang saling melengkapi yaitu jika qadha lebih menggambarkan aspek perencanaan dan penentuan atas penciptaan terhadap segala sesuatu, contohnya terciptanya langit dan bumi dengan semua isinya, terciptanya manusia dengan semua ketentuannya, seperti rezeki, jodoh, umur dan nasib yang akan menimpa dirinya. Sedangkan qadar adalah batasan atau ukuran serta hukum-hukum yang harus ada pada setiap ciptaan yang direncakan itu, contohnya manusia diberi akal oleh Allah Swt. untuk berpikir, apabila seorang pelajar rajin dan bersungguh-sungguh belajar serta tidak lupa diiringi dengan doa maka ia akan menjadi pintar.
Allah Swt. telah mentapkan qadha dan qadar semua makhluk atas segala yang terjadi pada dirinya, namun manusia tidak boleh menggantungkan diri pada takdir semata-mata, melainkan harus berusaha terlebih dahulu, yaitu beramal baik, belajar dengan tekun, dan berusaha disertai dengan doa kepada Allah Swt.
G. Contoh Qadha & Qadar
Ada seorang siswa SMPN 6 bernama Nanda Surya. Ia adalah seorang siswa yang pintar, sudah berturut-turut ia termasuk ranking 3 besar. Ia sering mengikuti olimpiade seperti olimpiade matematika, olimpiade fisika, dan lain-lain.
Nanda adalah anak yang berperilaku baik dan sangat disenangi guru & teman-temanya. Selain itu, ia adalah anak tunggal dari seorang pengusaha wiraswasta terbesar di Indonesia.
Akhir semester ganjil di kelas IX, Nanda mendapat nilai rata-rata 9,2 dan mendapat predikat juara umum. Sehingga Nanda terpilih untuk mengikuti lomba cerdas cermat se-provinsi.
Allah Maha Berkehendak dan Mahakuasa, 5 hari sebelum lomba cerdas cermat, Ia terserang penyakit tumor otak. Dokter di rumah sakit dekat Nanda tinggal, tidak sanggup mengobati penyakit Nanda. Sampai-sampai, Ia dibawa ke Jakarta untuk diobati. Atas kehendak Allah, Nanda meninggal dunia dalam perjalanan menuju Jakarta. Ibunya tak henti-hentinya menangis.
Cerita tersebut hanya merupakan ilustrasi bahwa apapun yang diharapkan dan dicita-citakan manusia, Allah telah memiliki ketetapan (qadha)-Nya. Qadha Allah menetapkan bahwa usia Nanda hanya sampai di kelas IX SMP. Adapun serangan penyakit tumor otak yang merenggut nyawa Nanda merupakan contoh dari qadar Allah saat menetapkan ketetapannya.
H. Dalil Naqli tentang Iman kepada Qadha & Qadar
1. Firman Allah Swt dalam Qs. Yunus [10]: ayat 107
Artinya : Dan jika menimpakan suatu bencana kepadamu maka tidak ada yang dapat menhilangkan kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
2. Firman Allah Swt dalam QS. Fatir [35]: ayat 2
Artinya : Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.
3. Firman Allah Swt dalam QS. Ali-Imran [3]: ayat 47
Artinya : Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu. Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
4. Firman Allah Swt dalam QS. Furqan [25]: ayat 2
Artinya : Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (-Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.
Komentar
Posting Komentar